Tuesday, July 23, 2013

3 Brokoli Dan Fakta-faktanya


Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol berwarna putih.

Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin.

Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah.  Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker.

Berikut ini 10 Fakta Tentang Brokoli:

1. Sayuran Italia

Brokoli pertama kali ditanam di propinsi Calabria, Italia dan diberi nama Calabrese. Setelah sempat singgah di Perancis dan Inggris, brokoli akhirnya tiba di Amerika pada tahun 1920-an. Sayuran berwarna hijau tua ini pertama kali dikembangkan oleh para imigran italia di California. Sejak saat itu, brokoli mulai mendunia. Nama brokoli sendiri diambil dari bahasa latin “brachium” yang berarti “cabang” atau “lengan”.

2. Tumpukan Gizi

Brokoli adalah sumber vitamin A, Vitamin C, potassium, zat besi dan serat terbaik. Menurut data yang didapat dari Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA), satu ons brokoli memiliki kandungan Vitamin C lebih banyak daripada satu buah jeruk, dan mengandung kalsium yang sama dengan segelas susu.

3. Dikukus, bukan direbus

Menurut journal food of science, cara terbaik untuk mengolah brokoli adalah dengan mengukus, memasaknya dalam microwave atau menumisnya dengan air atau kaldu. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit.

4. Makin popular

Menurut data dari USDA, konsumsi brokoli di amerika meningkat sampai 940% dalam 25 tahun terakhir.

5. Anti kanker

Brokoli mengandung banyak zat phythocemical penting seperti beta-karotin, indoles, dan isotiosianat, yang berfungsi untuk mencegah pembentukan carcinogen, zat penyebab kanker.berdasarkan penelitian di Jhon Hopkins University of Medicine, orang yang mengonsumsi brokoli memiliki resiko jauh lebih kecil untuk terkena berbagai jenis kanker seperti kanker usus, kanker paru-paru dan kanker prostat.

6. Batang vs Daun

Menurut data dari USDA, daun brokoli memiliki lebih banyak vitamin A dibanding batang brokoli. Perbandingannya kandungan vitamin A antara batang dan daun adalah 30:4. Sedangkan, semua kandungan nutrisi yang lainnya sama antara batang dan daun.

7. Hijau, Kuning, dan Ungu

Brokoli Hijau

Brokoli Kuning

Brokoli Ungu

Ada 3 jenis brokoli yang dikembangkan diseluruh dunia. Pertama adalah brokoli Italia hijau yang paling sering Anda temui dipasar dengan daun yang besar dan batang yang tebal. Jenis kedua adalah brokoli Romanesco yang berwarna hijau kekuningan dan bentuk daunnya yang menonjol. Tipe brokoli lainnya adalah brokoli yang berwarna ungu dan memiliki daun seperti kembang kol namun lebih kecil. Brokoli jenis ini biasanya dijual di Spanyol, Italia, dan Inggris.

8. Rekor brokoli

Tom Landers adalah pemegang rekor dunia karena berhasil menghabiskan setengah kilogram brokoli dalam waktu 92 detik. Sedangkan brokoli terbesar didunia ditanam oleh Jhon Evan dengan berat 15 kg.

9. Pilih dan simpan

Pilihlah brokoli yang berwarna hijau tua dan memiliki batang yang keras. Hindari memilih batang yang lembek atau kenyal karena berarti nilai gizinya kurang. Setelah membeli brokoli, simpan didalam plastik terbuka tanpa dicuci terlebih dahulu. Lalu, letakkan didalam laci lemari es. Brokoli paling baik dikonsumsi satu atau dua hari setelah dibeli.

10. Produsen terbesar

Berdasarkan data yang didapat dari Organisasi pangan PBB (FAO) Negara produsen brokoli terbesar tahun 2008 adalah Cina (8.585.000 ton), kemudian disusul oleh India (5.014.500 ton) dan Amerika Serikat (1.240.710 ton).

Jadi, mulai sekarang juga bagi kalian yang doyan banget ama sayur-sayuran, cobalah konsumsi Brokoli. Jika kita mengkonsumsinya secara teratur setiap hari, InsyaAllah, tubuh kita akan menjadi sehat. Makanya tidak sedikit dari para vegetarian yang memburu brokoli ini untuk dikonsumsi.

Keep learn to be better with Apache Kingdom !

3 comments

July 24, 2013 at 1:11 PM

Brokoli kesukaanku... apalagi kalo udh ditumis tuh, atau di campur ama mie goreng, ups bulan puasa ngomongin makanan sih

July 24, 2013 at 3:36 PM

@Sains Box
Aku juga suka

December 31, 2014 at 3:05 PM

aku juga suka brokoli,

Post a Comment

Archive

Apache Followers

 

Apache Recent Comments

Apache Traffic